Pilih Bahasa

Friday, 11 August 2017

Seakan akan membaca separoh Al Qur'an



Surat Al Zalzalah
Termasuk madaniyah terdiri dari 8 ayat


Riwayat tentang surat al zalzalah
1. Barang siapa membaca surat al zalzalah 4x maka seakan akan membaca alquran seluruhnya (Tasfir Qurtubi)
2. Surat al Zalzalah 2x dihitung ½ al Qur’an, Surat al Ikhlas 1/3 al Qur’an dan surat al Kafirun ¼ al Qur’an

Dari riwayat diatas maka surat al zalzalah termasuk surat yang mempunyai keutaman di dalam nilai pahala, bagi yang membacanya yaitu setara dengan seperempat al qur'an atau setengan al qur'an. Maka tidak sepatutnya kita mengabaikan begitu saja informasi ini, disamping kita rutin membaca al Qur'an untuk mengkatamkan dari surat al fatihah sampai annas (menurut tertibnya surat) masukkan di dalam salah satu amalan rutin setiap harinya untuk membacanya  agar kita mempunyai pahala seakan akan khatam al Qur'an.

Bahkan didalam daftar surat surat yang dibaca oleh Habib Abdullah al Haddad melaksanakan sholat lima waktu beliau selalu membaca :
1. Surat al zalzalah setiap hari senin pada rakaat pertama dan dilanjutkan surat at takatsur pada rakaat kedua pada sholat isya'
2. Surat al zalzalah setiap hari rabu pada rakaat kedua setelah pada rakaat pertama membaca al bayyinah pada sholat subuh.

Demikian semoga bisa kita amalkan

Walllohu a'lam

In'amul Choiri


Tuesday, 8 August 2017

Kajian #4 Nashoihuddiniyah



Kajian Rutin    : Kitab Nashoihuddiniyah
Karya             : Syeikh al Imam Habib Abdullah bin Alwi al Haddad
Oleh               : Ust. In’amul Choiri
Tempat           : Musholla An Nur Perum Wahana Cikarang Selatan
Salah satu kegiatan di musholla An Nur

Kajian #4
Beliau al Imam Habib Abdullah bin Alwi al Haddad - Nafa'anallahu bihi wa bi'uluumihi wa a’adda alaina bin barakatihi. Aamiin) menukil ayat al Qur’an surat Ali Imron ayat 102 agar kita benar benar mengamalkan ayat ini karena hal ini adalah sebaik baiknya bekal bagi manusia. :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”

Ayat ini adalah suatu perintah langsung dari Allah SWT untuk hambanya yang beriman agar mereka bertaqwa. Karena Allah SWT telah mengumpulkan di dalam TAQWA ini segala bentuk kebaikan, baik untuk saat ini (dunia) dan juga kebaikan untuk akan datang (akhirat). 

Tujuan diperintahkan taqwa adalah agar seorang hamba ini memperoleh:
1. Keberuntungan (mendapatkan kebaikan tanpa diduga atas kehendak Allah SWT) 
2. Kebaikan (segala yang mendatangkan kemuliyaan - akhlak yang baik dan ketenangan jiwa)
Sebagaimana yang disampaikan rasulullah saw.
Kebaikan adalah akhlak yang baik, sedangkan dosa adalah apa saja yang meragukan jiwamu dan kamu tidak suka memperlihatkannya pada orang lain.” (HR. Muslim)

“Mintalah fatwa kepada hatimu. Kebaikan adalah apa saja yang menenangkan hati dan jiwamu. Sedangkan dosa adalah apa yang menyebabkan hati bimbang dan cemas meski banyak orang mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kebaikan.” (HR. Ahmad, Thabrani, dan Al Baihaqi).

3. Pertumbuhan yang lebih baik (perubahan yang lebih baik dari waktu ke waktu) 
4. Kebahagiaan (ketenangan hati dan jiwa atas karunia Allah SWT yang mendatangkan kepuasan batin) 
5. Kemenangan dan kejayaan (dikaruniakan kelebihan keutamaan)
 
Demikian gambaran jelas dan nyata tujuan dari taqwa yang diperintahkan kepada hamba hambanya dan Allah akan mencurahkan rahmatnya untuk hamba hambanya yang beriman karena sifat rahiimnya – kasih sayangnya Allah terhadap orang orang yang beriman. 

Konsep yang sudah disampaikan Allah diatas bahwa untuk menjadi pribadi yang diidam-idamkan semua orang adalah TAQWA. Kita tidak perlu mengkritisi, menguji coba atau mencari jalan lain, karena apa yang disampaikan Allah SWT sudah pasti kebenarannya.

Keyakinan didalam menjalankan perintah tersebut didalam kehidupan kita sehari hari mengantarkan kepada kepastian mendapatkan apa yang sudah dijanjikan oleh Allah SWT. Sebagaimana firmannya

إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ
Sesungguhnya Allah tidak pernah menyalahi janji

Sudahkah sampai kisah nabi Musa kepada kita, nabi Musa beserta kaumnya ketika dikejar oleh Fir’aun dan tentaranya dan mereka hampir tersusul. Para pengikut nabi Musa mulai panik dan gelisah karena dihadapannya terbentang lautan (tidak ada jalan lagi), maka nabi Musa menenangkan kaumnya “

قَالَ كَلَّا ۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ

Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku

Maka Allahpun memerintahkan kepada nabi Musa 

فَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرَ ۖ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ
Lalu Kami wahyukan kepada Musa: "Pukullah lautan itu dengan tongkatmu". Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar

Karena keyakinan terhadap perintah Allah SWT, maka tongkat itupun dipukulkan kelaut (tidak berpikir “kok dipukulkan ke laut tidak ke fir’aun dan tentaranya ???”) karena keyakinan apa yang dikatakan Allah SWT pastilah benar maka dikerjakan sesuai yang diperintahkan dan kemenanganpun diperoleh nabi Musa beserta kaumnya.

Apakah kita mau mencari konsep lain untuk mencari keberuntungan, kebaikan, pertumbuhan yang lebih baik, kebahagiaan, kejayaan menurut definisi kita sendiri ???

Apakah kita lebih mengedepankan akal pikiran kita yang tidak sempurna ini untuk mendapatkan kebaikan yang sempurna???
 

Wallohu a’lam.
Ciksel, 7 May 2017

Monday, 31 July 2017

Cahaya itu menerangi penghuninya dan bertambahlah keluarga besar Masjid Al Hidayah



Seperti  biasanya Masjid Al Hidayah Blok D gor Mega Regency Serang Baru mempunyai aktifitas kajian rutin mingguan untuk bapak bapak yaitu Majlis Ta’lim  Al Hidayah setiap Ahad ba’da maghrib mengkaji kitab “Riyadlus Sholihin” yang disampaikan Oleh Ust. In’amul Choiri dilanjutkan ba’da Isya’ bersama Majlis Nurul Qur’an Al Hidayah “Tahsin Al Qur’an”


Akan tetapi hari Ahad tanggal 30 Juli 2017 kemarin ada sedikit keistimewaan setelah ba’da isya’ bertambah lagi saudara kita keluarga besar masjid Al Hidayah Blok D gor Mega Regency yang berada di wilayah RW 15 Sukaragam dengan bersyahadatnya 2 wanita yaitu Ibu Tuti Wiranti dan putrinya Diana Febriyola untuk berkomitmen menjadi Muslimah atas kemauan sendiri tanpa ada paksaan dari siapapun yang prosesinya dipimpin langsung oleh ketua DKM Masjid Al Hidayah Ust. Tumidi,
Nampak hadir dari jama’ah:

1. Hidayatul Qur’an 
2. Majlis Ta’lim Al Hidayah  
3. Nurul Qur’an Al Hidayah 
4. Majlis Dikir Al Hidayah 
5. Tokoh dan Masyarakat RT 05 Blok D gor 
6. Pihak Keluarga

Begitulah cahaya Rabb akan tetap senantiasa memancar ke segala arah dan bisa masuk ke tempat tempat yang yang tidak terhalang oleh dinding pemisah. Ketika dinding tersebut dibuatkan pintu oleh anaknya kemudian dibukalah pintu itu maka cahaya rabb ini dapat menyinari seluruh bagian rumah dan menjadi terang benderang lah seluruh bagian rumah itu. Begitulah gambaran keluarga ini, terlebih dahulu 2 anak laki-lakinya masuk islam pada tanggal 9 April 2017 kemudian ibu dan kakaknyapun ikut mendapatkan terangnya cahaya islam.

Tentunya ada tanggung jawab berikutnya yaitu menjalankan islam ini dengan baik dan menjaga keimanannya sampai dipanggil oleh Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

 Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim


Begitu cintanya Allah SWT terhadap orang yang beriman agar bertaqwa menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya serta MATI dalam kondisi Muslim. Allah memerintahkan agar mati dalam kondisi ISLAM karena ISLAM adalah agama yang HAQ disisi Allah SWT dan Allah tidak menerima selainnya. Inilah agama yang diridloi untuk rasulnya dan untuk hamba hambanya yang beriman agar kita tidak menjadi orang orang yang rugi.
ياالله بها ياالله بها ياالله بحسن الخاتمة

Semoga kita semua dapat dikokohkan iman dan islam kita sehingga menghadap kepada Allah dalam kondisi husnul khotimah. Aamiin.

By In’amul Choiri
Serba 31 Juli 2017

Friday, 28 July 2017

Doa Mohon Anugerah kekuasaan & kemulyaan


Allah Mengumpulkan semua huruf hijaiyah dalam 1 ayat



Membahas al Qur’an tidak akan pernah ada habisnya, semakin dikaji semakin mendapatkan informasi yang luar biasa dan akan semakin mengetahui keistimewaan yang berada didalamnya. Karena al Qur’an berasal dari dzat yang maha sempurna.  Untuk itu kita hendaklah senantiasa berinteraksi dengan al Qur'an , mempelajarinya dan mengamalkan dalam kehidupan ini untuk mendapatkan kebaikan hidup dunia dan akhirat.
Bersama Hidayatul Qur'an membumikan al Qur'an

Allah SWT menyatakan didalam al Qur’an (وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ قِيلًا) “Ucapan siapa yang lebi benar dibanding dengan Allah SWT”, Tentunya jawabannya “Tidak ada”. Beliau ingin menekankan kepada kita semua bahwa apa yang diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad berupa Al Qur’an adalah kalamullah, firman firman Allah yang tidak ada sedikitpun keraguan didalamnya, yang kebenarannya adalah kebenaran mutlak yang harus di imani-diyakini sebagai pedomaman dan petunjuk bagi umat manusia.

Dan Jika kalian masih ragu akan kebenaran al Qur’an, maka  Allah SWT pun mempersilahkan bahkan menantang bangsa jin dan manusia (baik sendiri sendiri atau mereka semua bersatu) untuk mengkritisi dan membuat semisal ayat al Qur’an jika mereka menganggap diri mereka benar (وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ) . Dan kalian pasti tidak tidak akan mampu membuatnya sebagaimana firman Allah SWT (إِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا). Tantangan itupun berlaku sampai saat ini dan sampai kapanpun dan terbukti tidak ada yang sanggup membuatnya sampai saat ini dan sampai kapanpun, inilah bukti bahwa Al Qur’an adalah dari yang maha kuasa dan yang maha sempurna.

Salah satunya keistimewaan dan keunikan di dalam al Qur’an surat al fath ayat 129. Apa Keistimewaannya dan keunikannya ??? Allah SWT mengumpulkan semua huruf hijaiyah didalam 1 ayat ini. Dan kandungan maknanya pun menceritakan tentang nabi Muhammad sebagai penerima al Qur’an. Sungguh ada makna yang tersirat dan tersurat dalam ayat ini. Dan merupakan gambaran agar manusia bisa mengambil pelajaran didalamnya. 

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar

Wallahu a’lam

By In’amul Choiri